Berdasarkan keterangan dari berbagai nara sumber (sesepuh Kelurahan Bajang) dan merujuk pada Berita Acara Riwayat Desa Bajang yang dibuat pada tanggal 10 Agustus 2014, pada tahun 1824 ada prajurit Mataram pengikut Pangeran Diponegoro yang berkelana kearah timur. Prajurit yang bernama Djoswara berhenti di daerah Ponorogo. Sedangkan yang bernama Djorijo dan Djongkiling terus sampai di suatu tempat yang sekarang bernama Pagak. Beberapa lamanya kemudian Ki Djorijo pindah ke suatu tempat yang sekarang bernama Bajang dan Ki Djongkiling pindah ke tempat yang sekarang bernama Mronjo.
Ki Djorijo kemudian menetap di tempat baru ini dan mulai babad alas. Disini Ki Djorijo berkeluarga dan mempunyai anak yang pertama bernama Irosemito. Setelah Pangeran Diponegoro tertangkap Belanda, para pengikutnya bertebaran dimana-mana. Salah satunya yang bernama Pangeran Sambernyowo disertai beberapa abdi negara atau bojonegara sampai di suatu tempat (yang sekarang berupa sadranan di Lingkungan Gogosuket).
Pangeran Sambernyawa dan bojonegara berada lama di tempat itu, dan sempat memberi nama tempat itu Puspa Indra karena banyak tanaman ganyong dan ada pula yang menamakan Sekar Pudhak karena banyak tanaman pandan.
Selanjutnya Pangeran Sambernyawa bergerak ke selatan bisa bertemu dengan Ki Djorijo. Disitu Pangeran Sambernyawa disuguhi buah nangka yang kecil-kecil yang disebut nangka bajang. Pangeran Sambernyawa mengusulkan wilayah itu diberi nama DESA BAJANG. Usulan itu diterima oleh Irosemito yang selanjutnya menjadi Lurah pertama Desa Bajang (tahun 1854-1902).
Kelurahan Bajang merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Mempunyai luas sekitar 855,15 ha dengan jumlah penduduk keseluruhan sebanyak 5.565 jiwa terdiri atas 2.747 jiwa laki-laki dan 2.818 jiwa perempuan, dengan jumlah KK sebanyak 1.983 KK. Kelurahan Bajang dibagi dalam 5 lingkungan, 8 Rukun Warga (RW) dan 24 Rukun Tetangga (RT).

persawahan di wilayah Kelurahan Bajang
Kantor Kelurahan Bajang berlokasi di Jalan Kartomo No. 18 Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur Kode Pos 66183 Telepon (0342) 694250.
Lingkungan yang ada di Kelurahan Bajang adalah :
- Lingkungan Bajang, meliputi :
- RW 01 mencakup 3 RT
- RW 02 mencakup 2 RT
- Lingkungan Keningaran, meliputi :
- RW 03 mencakup 4 RT
- Lingkungan Gogosuket meliputi :
- RW 04 mencakup 3 RT
- RW 05 mencakup 2 RT
- Lingkungan Bogangin meliputi :
- RW 06 mencakup 3 RT
- RW 07 mencakup 3 RT
- Lingkungan Jatikunir meliputi :
- RW 08 mencakup 4 RT

peta wilayah Kelurahan Bajang
Batas-batas wilayah Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :
- Sebelah utara : Desa Jajar dan Kelurahan Kaweron
- Sebelah timur : Kelurahan Beru
- Sebelah selatan : Desa Sragi dan Desa Wonorejo
- Sebelah barat : Kelurahan Talun
Wilayah Kelurahan Bajang mempunyai beberapa fasilitas umum antara lain :
- Masjid : 4 unit
- Mushala : 19 unit
- Pura : 2 unit
- Gereja : 3 unit
- TPU : 2 lokasi
- SD : 3 unit
- MI : 1 unit
- TK/PAUD : 6 unit
- Lapangan : 1 lokasi
Daftar Kepala Desa / Lurah di Kelurahan Bajang mulai dari awal berdirinya adalah sebagai berikut :
- Kades Irosemito (tahun 1854 – 1902)
- Kades Karto Sentono (tahun 1902 – 1945)
- Kades Karto Soedarmo (tahun 1945 – 1959)
- Kades Hardjo Oetomo (tahun 1959 – 1980)
- Kades Praminto (tahun 1981 – 1983)
- Lurah Soeratno (tahun 1987 – 1996)
- Lurah Pudjito (tahun 1996 – 1999)
- Lurah Soetjipto (tahun 1999 – 2008)
- Lurah Bangun Pribadi (tahun 2008 – 2010)
- Lurah R. Agus Priandoko (tahun 2010 – 2012)
- Lurah Mujito ( tahun 2012 – 2015)
- Lurah M. Yunus ( tahun 2015 – 2016)
- Lurah Imam Harimiadi (tahun 2016 – Februari 2021)
- Wawan Ernawan (Plt. Kepala Kelurahan Bajang, Maret 2021 – sekarang)
Dulu Kelurahan Bajang bentuk administrasinya adalah Desa sejak awal berdiri dan dipimpin oleh Kepala Desa yang berasal dari wilayah setempat. Kemudian pada tahun 1983, berubah menjadi Kelurahan yang dipimpin Lurah dari unsur PNS. Ada kekosongan kepemimpinan pada tahun 1983 sampai dengan tahun 1987 karena proses pergantian administrasi pemerintahan.
Warga di wilayah Kelurahan Bajang mempunyai 5 agama yang aktif, yaitu agama Islam, Kristen Protestan, Khatolik, Hindu dan Budha. Dan ada 1 aliran kepercayaan yang masih eksis dan aktif di Kelurahan Bajang. Walaupun berbeda agama dan kepercayaan, masyarakat di Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar tetap rukun dan saling menghormati.





Komentar